Jumat, 24 Januari 2014

PENGALAMAN SELAMA PKM


TUGAS JURNALISTIK
PENGALAMAN SELAMA PKM
Dosen Pengampu: I Ketut Pasek Gunawan, S.Pd.H



Oleh
DEWA AYU DEWI PURNAWATI
(10.1.1.1.1.3896)








JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU
FAKULTAS DHARMA ACARYA
INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR
2013



 
 
KEGIATAN PKM di SMP N 6 Singaraja BULAN SEPTEMBER

            Semester 7 ini saya memdapatkan tempat PKM di SMP N 6 Singaraja, kelas yang saya ajar adalah kelas VII A1, B5, B6, B7, B8, B10. Dari enam kelas yang saya ajar kelas yang paling menyebalakan dan susah di kendalikan adalah kelas B7 dan B10. Jumlah siswa-siswi mencapai 34 orang. Ada kejadian yang sangat mengesankan di bulan September. Minggu pertama September masih melaksanakan Ulangan Harian 1 di kelas VII B10 dikelas ini merupakan kelas yang sangat menyebalkan. Karena ada anak yang tidak memiliki etika, termasuk anak yang sangat nakal. Waktu yang diberikan pada saat Ulangan harian 1 yaitu 40 menit. Setelah ualangan harian selesai waktunya membuat analisis nilai. Untuk menganalisisnya ternyata banyak kelas yang tidak tuntas. Karena KKM (kriteria ketuntasan minimal) agama hindu kelas VII adalah 7,2.
Pada hari Rabu 4 September mengajar dikelas A1 dengan menjelaskan materi kepemimpinan. Materi ini sanagat sulit di pahami oleh siswa-siswi, untuk dapat dimengerti menurut saya sangat sulit untuk menekankan kedisiplinan dalam dirinya. Tuntutan dari guru pamong saya menekankan kedisiplinan tidak hanya pengetahuan tentang teorinya saja. Ini merupakan tantangan yang sangat sulit, anak SMP sekarang jauh berbeda saat jaman saya SMP masih merasa takut jika tidak bias mengerti menjawab atau lagi tidak belajar. Ini merupakan kendala mengajar dikelas VII SMP.
            Pernah terjadi keributan pada saat saya mengajar di kela VII B 10, di kelas ini anak-anak yang laki-laki sangat susah dikendaliakan karena ada 4 orang yang selalu bikin kerusuhan dikelas ini. Saya jadi naik darah selama 1 jam mengajar di kelas B10. Jadi ingin tidak mengajar lagi di kelas ini. Siswa-siswinya tidak terlalu senang belajar agama dan pengaruh jam terkhir banyak siswa yang mengantuk. Jika saya menyerah sangat terlihat saya seorang calon guru yang lemah. Minggu ke 2 september saya masih mengajar tentang materi kepemimpinan, minggu ke 4 UTS dimulai. Dari enam kelas yang saya ajar kelas yang banyak tidak tuntas di kelas B10. Kenapa harus kelas ini lagi yang membuat orang setres? Apa lagi yang mesti dilakukan untuk kelas ini. Saya hanya bias meminta kesan dan kesan dari para siswa-siswai saya agar saya bias intropeksi diri agar kedepannya mengajar lebih baik lagi. Pada hari sabtu 28 september pelaksanaan extra kulikuler. Extra bulu tangkis merupakan tugas dari guru pamong. Setiap mahasiswa mesti memilih salah satu extra kulikuler agar dapat melatih siswa-siswi dalam kegiatan extra. Extra ini paling banyak peminatnya. Pada hari sabtu 28 september untuk mengambil nilai dari siswa-siswi, apakah sudah bias bermain bulu tangkis yang benar, bagus, dan ber energy (semangat). Di saat penilaian berlangsung banyak   siswa yang menuntut lebih dahulu mendapat giliran dan memcari pasangan masing-masing. Saat-saat seperti ini seorang guru mesti tegas dan bias mengendalikan anak-anak, agar bias teratur dan cepat selesai. Pada akhirnya siswa-siswi dapat dikendalikan dan penilaian berjalan lancer. Tidak terasa waktu cepat berlalu hari senin pun sudah di hadapan kita. Kebetulan hari senin saya tidak ada jam mengajar saya habiskan waktu disekolah dengan mengerjakan laporan administrasi. selasa dan rabu saja pembelajaran efektif, karena pada hari kamis sudah persiapan untuk ulang tahun sekolah. Ulang tahun sekolah jatuh pada tanggal 5 oktober, ulang tahun SMP N 6 Singaraja yang ke- 19. Ini hari-hari yang di tinggu-tunggu siswa-siswi, dan warga SMPN 6. Dan selama empat hari kegiatan berjalan. Yang paling mengesankan pada saat puncak acara (5 oktober) banyak kejadian yang lucu saat penari mementaskan tariannya tiba-tiba musiknya mati, yang membuat suasana menjadi ricuh da yang bersorak, ada yang ketawa ada juga yang meninggalkan tempat. Karena kesalahan system acara tidak berjalan lancer, namun mesti demikian banyak kenangan yang ada saat kegiatan itu berlangsung.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar